DIKLAT KETERAMPILAN KHUSUS POLITEKNIK BUMI AKPELNI

DKK

Diklat Keterampilan Khusus di Politeknik Bumi Akpelni dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan teknis dan praktis yang sesuai dengan standar industri maritim. Program diklat ini meliputi pelatihan intensif dan berbasis praktik di berbagai bidang seperti keselamatan pelayaran, penanganan kargo, navigasi, dan keterampilan mekanik. Dengan fasilitas yang lengkap dan instruktur berpengalaman, kami berkomitmen untuk menciptakan tenaga profesional yang siap menghadapi tantangan di dunia kerja.

DAFTAR HARGA DIKLAT KETERAMPILAN KHUSUS POLITEKNIK BUMI AKPELNI

#Biaya Peserta Umum
  • BRM: 5 hari, biaya Rp. 1.320.000
  • ERM: 4 hari, biaya Rp. 1.320.000
  • ECDIS: 5 hari, biaya Rp. 1.720.000
  • RADAR & ARPA: 9 hari, biaya Rp. 1.920.000
  • GMDSS: 18 hari, biaya Rp. 2.870.000
  • ORU: 4 hari, biaya Rp. 2.520.000
  • GMDSS & ORU: 22 hari, biaya Rp. 5.320.000
  • SAT: 1 hari, biaya Rp. 475.000
  • SDSD: 2 hari, biaya Rp. 500.000
  • SAT & SDSD: 3 hari, biaya Rp. 900.000
  • SSO: 3 hari, biaya Rp. 600.000
  • MC: 5 hari, biaya Rp. 890.000
  • MEFA: 3 hari, biaya Rp. 710.000
  • BST: 9 hari, biaya Rp. 1.750.000
  • AFF: 4 hari, biaya Rp. 1.380.000
  • SCRB: 4 hari, biaya Rp. 1.010.000
  • Wiring Diagram: 4 hari, biaya Rp. 970.000
  • ISM CODE: 1 hari, biaya Rp. 320.000

Catatan : 

  • Biaya diklat GMDSS yang tertera belum termasuk biaya ujian.
  • Biaya BST belum termasuk biaya asuransi dan kesehatan.
  • Biaya dapat berubah sewaktu-waktu, silahkan hubungi nomor admin untuk biaya ter-update

DAFTAR HARGA DIKLAT KHUSUS TARUNA POLITEKNIK BUMI AKPELNI

#Biaya Taruna Politeknik Bumi AKPELNI
  • BRM: 5 hari, biaya Rp. 1.000.000
  • ERM: 4 hari, biaya Rp. 1.000.000
  • ECDIS: 5 hari, biaya Rp. 1.500.000
  • RADAR & ARPA: 8 hari, biaya Rp. 1.700.000
  • GMDSS: 18 hari, biaya Rp. 2.730.000
  • ORU: 4 hari, biaya Rp. 2.400.000
  • GMDSS & ORU: 22 hari, biaya Rp. 5.100.000
  • SAT: 1 hari, biaya Rp. 355.000
  • SDSD: 2 hari, biaya Rp. 380.000
  • SAT & SDSD: 3 hari, biaya Rp. 685.000
  • SSO: 3 hari, biaya Rp. 480.000
  • MC: 5 hari, biaya Rp. 770.000
  • MEFA: 3 hari, biaya Rp. 590.000
  • BST: 9 hari, biaya Rp. 1.650.000
  • AFF: 4 hari, biaya Rp. 1.280.000
  • SCRB: 4 hari, biaya Rp. 910.000
  • Wiring Diagram: 4 hari, biaya Rp. 870.000
  • ISM CODE: 1 hari, biaya Rp. 240.000

Catatan : 

  • Harga taruna berlaku untuk taruna Politeknik Bumi Akpelni dan taruna dari kampus lain dengan syarat menunjukkan surat keterangan masih taruna dari lembaga dan belum lulus ujian pasca prala.
  • Biaya diklat GMDSS yang tertera belum termasuk biaya ujian.
  • Biaya BST belum termasuk biaya asuransi dan kesehatan.
  • Biaya dapat berubah sewaktu-waktu, silahkan hubungi nomor admin untuk biaya ter-update

Persyaratan DIKLAT

  • BST (Fotokopi & Scan)
  • KTP (Fotokopi & Scan)
  • Akta Kelahiran (Fotokopi & Scan)
  • Pas Foto 3×4 sebanyak 2 lembar (Scan)
  • Masa Layar 12H (Fotokopi & Scan) Khusus GMDSS dan ORU
  • Surat Keterangan Sehat (Disetujui oleh HUBLA) (Fotokopi & Scan)
  • Ijazah Laut minimal ANT V / Surat Keterangan dari Kampus (jika masih taruna) (Fotokopi & Scan)
  • NPWP jika ada (Fotokopi & Scan) Khusus GMDSS dan ORU

BRM

Diklat BRM (Bridge Resource Management) adalah pelatihan yang berfokus pada manajemen sumber daya di anjungan kapal, yang mencakup keterampilan komunikasi, koordinasi, pengambilan keputusan, dan kepemimpinan untuk menjaga keselamatan navigasi. BRM bertujuan untuk memastikan bahwa semua anggota di anjungan bekerja secara efisien dan efektif sebagai satu tim, terutama dalam situasi darurat atau berisiko tinggi.

Dalam Diklat BRM, taruna pelayaran akan mempelajari beberapa aspek utama, antara lain :

  • Manajemen Tim Anjungan – Mengembangkan keterampilan kerja sama di antara anggota tim anjungan, termasuk perwira, kapten, dan petugas lainnya.

  • Komunikasi Efektif – Mempelajari teknik komunikasi yang jelas dan efektif untuk memastikan informasi kritis disampaikan dengan benar antaranggota tim di anjungan.

  • Pengambilan Keputusan – Melatih taruna dalam membuat keputusan yang cepat dan tepat, terutama di bawah tekanan, dengan mempertimbangkan berbagai faktor risiko.

  • Pemantauan dan Pengawasan – Melatih taruna dalam mengawasi situasi dan kondisi kapal secara menyeluruh agar tetap waspada terhadap potensi bahaya.

  • Kesadaran Situasional – Meningkatkan kemampuan dalam memahami kondisi sekitar, baik itu situasi kapal, kondisi cuaca, atau lalu lintas laut, untuk membuat keputusan yang lebih baik.

ERM

Diklat ERM (Emergency Response Management) adalah pelatihan yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta, terutama awak kapal dan personel maritim, dalam menangani situasi darurat yang mungkin terjadi di laut. Pelatihan ini penting untuk meningkatkan kemampuan individu dan tim dalam merespons secara efektif terhadap berbagai jenis insiden, seperti kebakaran, pencemaran, kecelakaan, dan ancaman keamanan.

Berikut adalah beberapa aspek yang dipelajari dalam Diklat ERM :

  • Konsep Dasar Respons Darurat – Memahami prinsip-prinsip dasar manajemen respons darurat, termasuk perencanaan, koordinasi, dan komunikasi dalam situasi krisis.

  • Identifikasi dan Analisis Risiko – Mempelajari cara mengidentifikasi potensi risiko dan ancaman di lingkungan kapal, serta melakukan analisis untuk menentukan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.

  • Pengembangan Rencana Respons Darurat – Mempelajari cara menyusun dan mengimplementasikan rencana respons darurat yang mencakup prosedur, peralatan, dan sumber daya yang dibutuhkan untuk menangani situasi darurat.

  • Latihan Simulasi – Melakukan latihan simulasi untuk menghadapi situasi darurat yang realistis, seperti kebakaran, tumpahan bahan berbahaya, atau kecelakaan di laut, guna menguji kesiapan dan respons awak kapal.

  • Komunikasi dalam Krisis – Mempelajari teknik komunikasi yang efektif dalam situasi darurat, termasuk penggunaan alat komunikasi darurat dan koordinasi dengan otoritas terkait.

  • Pemulihan Pasca-Darurat – Memahami langkah-langkah yang perlu diambil setelah situasi darurat untuk memastikan pemulihan dan evaluasi dari insiden tersebut, serta perbaikan rencana untuk masa depan.

ECDIS

Diklat ECDIS (Electronic Chart Display and Information System) untuk taruna pelayaran adalah pelatihan yang fokus pada penggunaan dan pemahaman sistem ECDIS, yaitu sistem tampilan dan informasi peta elektronik. ECDIS merupakan alat navigasi elektronik yang menggantikan penggunaan peta laut kertas dengan peta elektronik, dan dilengkapi dengan berbagai fitur pendukung keselamatan navigasi. Sistem ini sangat penting dalam industri pelayaran modern karena memudahkan navigasi, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi risiko kecelakaan di laut.

Dalam Diklat ECDIS, taruna akan mempelajari :

  • Dasar-dasar ECDIS – Mengenal komponen dasar, antarmuka, dan fungsi utama dari sistem ECDIS.
  • Navigasi Berbasis Peta Elektronik – Menggunakan peta elektronik untuk menentukan posisi kapal, merencanakan rute, dan melakukan navigasi secara real-time.
  • Pengaturan Alat dan Konfigurasi Data – Mengatur layer, skala, dan informasi tambahan pada layar untuk membantu analisis kondisi laut dan sekitar.
  • Manajemen Data Navigasi – Menyimpan, memperbarui, dan mengelola data navigasi serta rute pelayaran dalam sistem.
  • Kepatuhan terhadap Peraturan – Memahami standar internasional terkait ECDIS, seperti yang ditetapkan oleh IMO (International Maritime Organization), untuk memastikan penggunaan sesuai regulasi.

RADAR & ARPA

Diklat Radar (Pendidikan dan Pelatihan Radar) untuk taruna pelayaran adalah program pelatihan khusus yang bertujuan untuk melatih taruna (calon pelaut) dalam penggunaan radar di kapal. Radar adalah instrumen navigasi penting yang digunakan untuk mendeteksi obyek di sekitar kapal, terutama dalam kondisi visibilitas rendah, seperti kabut atau cuaca buruk. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali taruna dengan kemampuan memahami, mengoperasikan, dan menginterpretasi data radar untuk menjaga keselamatan pelayaran.UKP adalah singkatan dari Ujian Kenaikan Pangkat. Ini adalah proses yang harus dilalui oleh pelaut untuk bisa naik ke jabatan atau pangkat yang lebih tinggi di kapal.

Dalam Diklat Radar, taruna akan mempelajari berbagai aspek, termasuk :

  • Pengoperasian Radar – Cara menghidupkan, mengatur, dan menggunakan radar secara efektif.
  • Interpretasi Data Radar – Memahami gambar radar untuk mengenali kapal, daratan, cuaca, dan obyek lain di sekitar.
  • Navigasi dengan Radar – Menggunakan radar untuk navigasi, termasuk menghindari tabrakan dan menentukan posisi kapal.
  • Pengambilan Keputusan – Melatih taruna untuk mengambil keputusan yang tepat berdasarkan informasi radar.

GMDSS

Diklat GMDSS (Global Maritime Distress and Safety System) adalah pelatihan yang ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pelaut dalam penggunaan sistem komunikasi maritim yang dirancang untuk menjamin keselamatan di laut, terutama dalam situasi darurat. GMDSS adalah sistem internasional yang memfasilitasi komunikasi antara kapal dan stasiun pantai, serta antara kapal-kapal itu sendiri, dalam keadaan darurat.

Dalam Diklat GMDSS, taruna pelayaran akan mempelajari berbagai aspek, termasuk :

  • Dasar-Dasar GMDSS – Memahami konsep, tujuan, dan komponen dari sistem GMDSS serta peranannya dalam keselamatan maritim.

  • Peralatan GMDSS – Pelatihan dalam penggunaan berbagai perangkat komunikasi, seperti radio VHF, MF/HF, satelit, dan perangkat darurat lainnya (seperti EPIRB dan SART).

  • Prosedur Panggilan Darurat – Mempelajari prosedur dan protokol untuk mengirimkan panggilan darurat dan informasi keselamatan menggunakan sistem GMDSS, termasuk penggunaan Distress Alerting.

  • Regulasi dan Standar Internasional – Memahami peraturan yang ditetapkan oleh IMO (International Maritime Organization) dan peraturan lain yang relevan mengenai komunikasi dan keselamatan maritim.

  • Simulasi Situasi Darurat – Latihan praktis dalam simulasi situasi darurat untuk menguji keterampilan dan pengetahuan dalam menggunakan sistem GMDSS secara efektif.

  • Kesadaran Situasional dan Tindakan Responsif – Meningkatkan kemampuan untuk tetap waspada terhadap kondisi sekitar dan merespons dengan cepat dalam situasi darurat.

ORU

Diklat ORU adalah pelatihan yang ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam mengoperasikan perangkat komunikasi radio di lingkungan maritim. Pelatihan ini sangat penting untuk memastikan bahwa awak kapal dapat berkomunikasi dengan efektif dan aman, terutama dalam situasi darurat.

Berikut adalah beberapa aspek yang biasanya dipelajari dalam Diklat ORU :

  • Dasar-Dasar Radio – Memahami prinsip dasar operasi radio, termasuk gelombang elektromagnetik, frekuensi, dan modulator.

  • Pengoperasian Perangkat Radio – Mempelajari cara mengoperasikan berbagai jenis perangkat komunikasi radio, termasuk VHF, MF, dan HF, serta sistem komunikasi satelit.

  • Prosedur Komunikasi Maritim – Memahami prosedur komunikasi yang diatur oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO) dan peraturan nasional yang relevan, termasuk penggunaan istilah dan frasa yang tepat.

  • Sistem GMDSS – Mempelajari tentang sistem Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS), termasuk prosedur darurat dan pengoperasian perangkat yang diperlukan.

  • Pengelolaan Sinyal dan Komunikasi – Memahami cara mengelola sinyal radio, termasuk cara mengirim dan menerima pesan secara efektif serta menangani gangguan komunikasi.

  • Latihan Praktis – Melakukan latihan praktis untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari dalam situasi simulasi.

SAT

Diklat SAT (Search and Rescue Training) adalah pelatihan yang dirancang untuk membekali peserta, terutama awak kapal dan petugas keselamatan, dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan dalam melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di laut. Pelatihan ini penting untuk meningkatkan kemampuan tim dalam menghadapi situasi darurat, seperti kecelakaan kapal atau orang hilang di laut.

Berikut adalah beberapa aspek yang biasanya dipelajari dalam Diklat SAT :

  • Konsep Dasar Pencarian dan Penyelamatan – Memahami prinsip-prinsip dasar operasi pencarian dan penyelamatan, termasuk tujuan, proses, dan protokol yang harus diikuti dalam situasi darurat.

  • Peralatan Pencarian dan Penyelamatan – Mempelajari berbagai peralatan dan teknologi yang digunakan dalam operasi SAR, termasuk perahu penyelamat, alat komunikasi, dan alat pelindung diri.

  • Teknik Pencarian – Mempelajari berbagai teknik pencarian yang efektif, termasuk metode pencarian visual dan menggunakan alat bantu seperti radar dan sistem pemantauan.

  • Prosedur Operasional – Memahami prosedur operasional yang harus diikuti saat melaksanakan misi pencarian dan penyelamatan, termasuk pembentukan tim dan koordinasi dengan otoritas terkait.

  • Latihan Simulasi – Melakukan latihan simulasi untuk menghadapi skenario darurat yang realistis, seperti kecelakaan kapal atau situasi di mana orang hilang di laut, guna menguji kesiapan dan respons tim.

  • Aspek Keamanan dan Kesehatan – Memahami langkah-langkah yang perlu diambil untuk menjaga keamanan dan kesehatan awak kapal dan penyelamat selama operasi SAR, termasuk pertolongan pertama.

 

SDSD

Diklat SDSD adalah pelatihan yang dirancang untuk para pelaut yang memiliki tanggung jawab khusus terkait keamanan di kapal. Pelatihan ini sangat penting untuk memastikan bahwa awak kapal memahami peran dan tanggung jawab mereka dalam menjaga keamanan kapal dan melindungi dari ancaman keamanan.

Berikut adalah beberapa aspek yang biasanya dipelajari dalam Diklat SDSD :

  • Pengenalan Keamanan Maritim: Memahami konsep dasar keamanan maritim dan pentingnya perlindungan terhadap ancaman, termasuk terorisme dan pembajakan.

  • Tanggung Jawab Keamanan: Mempelajari peran dan tanggung jawab pelaut yang ditugaskan untuk tugas keamanan, termasuk pengawasan dan pelaporan aktivitas mencurigakan.

  • Prosedur Keamanan: Memahami prosedur keamanan yang harus diikuti di kapal, termasuk pengendalian akses, pemeriksaan barang, dan prosedur evakuasi dalam situasi darurat.

  • Analisis Risiko: Mempelajari cara melakukan analisis risiko terkait keamanan dan bagaimana mengidentifikasi serta mengelola potensi ancaman terhadap kapal.

  • Komunikasi dan Koordinasi: Memahami pentingnya komunikasi yang efektif dengan semua anggota awak dan otoritas luar terkait keamanan dan prosedur yang harus diikuti.

  • Latihan Praktis: Melakukan simulasi dan latihan praktis untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari dalam situasi nyata.

SSO

Diklat SSO (Ship Security Officer) adalah pelatihan yang ditujukan untuk melatih individu yang ditunjuk sebagai Petugas Keamanan Kapal. Pelatihan ini berfokus pada aspek keamanan kapal sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam Konvensi Internasional untuk Keselamatan Manusia di Laut (SOLAS) dan Kode Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan (ISPS Code).

Berikut adalah beberapa aspek penting yang dipelajari dalam Diklat SSO :

  • Dasar-Dasar Keamanan Kapal – Memahami konsep dan pentingnya keamanan kapal, serta peraturan internasional dan nasional yang mengatur keamanan maritim.

  • Tanggung Jawab Petugas Keamanan Kapal – Memahami peran dan tanggung jawab Petugas Keamanan Kapal, termasuk pelaksanaan rencana keamanan dan pengawasan terhadap seluruh aspek keamanan kapal.

  • Analisis Ancaman dan Risiko – Mempelajari metode untuk menganalisis potensi ancaman dan risiko terhadap keamanan kapal serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko tersebut.

  • Pengembangan dan Implementasi Rencana Keamanan – Mempelajari cara menyusun dan menerapkan rencana keamanan kapal, termasuk prosedur untuk mengidentifikasi dan merespons insiden keamanan.

  • Pelatihan dan Kesadaran Keamanan – Melatih cara mengedukasi dan melatih awak kapal mengenai pentingnya keamanan dan langkah-langkah yang harus diambil dalam situasi darurat.

  • Koordinasi dengan Pihak Terkait – Mempelajari cara berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti otoritas pelabuhan, agen kapal, dan instansi pemerintah dalam menjaga keamanan kapal

MC

Diklat Medical Care adalah pelatihan yang berfokus pada kemampuan memberikan perawatan medis yang lebih komprehensif di lingkungan maritim. Pelatihan ini penting untuk meningkatkan keterampilan awak kapal dalam memberikan perawatan kepada korban yang membutuhkan bantuan medis, terutama dalam situasi darurat di laut.

Berikut adalah beberapa aspek yang biasanya dipelajari dalam Diklat MC :

  • Penilaian Kondisi Kesehatan – Mempelajari cara melakukan penilaian awal kondisi kesehatan pasien, termasuk mengidentifikasi tanda vital dan gejala yang memerlukan perhatian medis.

  • Penanganan Trauma dan Penyakit – Memahami cara menangani berbagai jenis trauma fisik dan kondisi medis, seperti infeksi, penyakit kronis, dan reaksi alergi.

  • Perawatan Jangka Panjang – Mempelajari teknik perawatan untuk pasien yang mungkin memerlukan perawatan jangka panjang, termasuk manajemen rasa sakit dan pemulihan.

  • Penggunaan Peralatan Medis – Memahami cara menggunakan peralatan medis yang tersedia di kapal, termasuk peralatan untuk diagnosis dan pengobatan.

  • Komunikasi dan Koordinasi – Mempelajari pentingnya komunikasi yang efektif dengan tim medis dan otoritas di darat untuk memberikan informasi yang tepat dan koordinasi dalam situasi darurat.

  • Latihan Praktis – Melakukan simulasi dan latihan praktis untuk menerapkan keterampilan yang dipelajari dalam situasi nyata.

MEFA

MEFA (Medical First Aid) adalah pelatihan yang berfokus pada penanganan pertama dalam situasi darurat medis di lingkungan maritim. Pelatihan ini sangat penting bagi awak kapal untuk memastikan mereka dapat memberikan bantuan medis yang tepat dan efektif hingga bantuan profesional tiba.

Berikut adalah beberapa aspek yang biasanya dipelajari dalam Diklat MEFA :

  • Dasar-Dasar Pertolongan Pertama – Memahami konsep dan prinsip dasar pertolongan pertama, termasuk penilaian awal terhadap korban dan prioritas dalam memberikan bantuan.

  • Penanganan Cedera dan Penyakit – Mempelajari cara menangani berbagai jenis cedera, seperti luka, patah tulang, luka bakar, dan kondisi medis darurat seperti serangan jantung atau stroke.

  • Resusitasi Jantung Paru (RJP) – Memahami teknik resusitasi jantung paru, termasuk penggunaan alat AED (Automated External Defibrillator) dan langkah-langkah yang harus diambil dalam situasi henti jantung.

  • Penanganan Situasi Darurat – Mempelajari prosedur yang harus diikuti dalam berbagai situasi darurat, seperti kecelakaan kapal, tumpahan zat berbahaya, atau kondisi cuaca ekstrem.

  • Penggunaan Peralatan Medis – Memahami penggunaan peralatan medis yang tersedia di kapal, termasuk kotak P3K, dan cara menyusun serta mendokumentasikan laporan medis.

  • Latihan Praktis dan Simulasi – Melakukan latihan praktis dan simulasi untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam situasi nyata, guna meningkatkan kesiapan dan respons awak kapal terhadap insiden medis.

BST

Diklat BST, atau Basic Safety Training, adalah program pelatihan yang wajib diikuti oleh para pelaut dan awak kapal. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam keselamatan di laut, serta cara mengatasi situasi darurat yang mungkin terjadi selama berlayar.

Berikut adalah beberapa aspek yang biasanya dipelajari dalam Diklat BST :

  • Keselamatan di Kapal: Memahami peraturan keselamatan, prosedur darurat, dan peran masing-masing anggota awak dalam menjaga keselamatan di kapal.

  • Penggunaan Peralatan Keselamatan: Mempelajari cara menggunakan berbagai peralatan keselamatan di kapal, seperti pelampung, jaket penyelamat, dan alat pemadam kebakaran.

  • Evakuasi dan Prosedur Darurat: Memahami prosedur evakuasi dan cara bertindak dalam situasi darurat, seperti kebakaran, tenggelam, atau keadaan darurat medis.

  • Pertolongan Pertama: Mempelajari dasar-dasar pertolongan pertama untuk menangani cedera ringan dan kondisi medis darurat, termasuk resusitasi jantung paru (RJP).

  • Pelatihan Menyelamatkan Diri: Melakukan latihan praktis untuk menyelamatkan diri dalam situasi darurat, termasuk latihan menggunakan sekoci dan pelampung.

  • Kesadaran dan Tindakan Keamanan: Mempelajari pentingnya kesadaran akan risiko dan ancaman di laut serta cara melindungi diri dan awak kapal dari bahaya.

AFF

Diklat AFF (Advanced Fire Fighting) adalah program pelatihan yang dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan lanjutan bagi pelaut yang ingin berperan sebagai petugas pemadam kebakaran di kapal. Pelatihan ini penting untuk memastikan keselamatan di atas kapal dan mematuhi standar internasional yang ditetapkan oleh International Maritime Organization (IMO) melalui STCW (Standards of Training, Certification, and Watchkeeping for Seafarers).

Berikut adalah beberapa aspek yang biasanya dipelajari dalam Diklat AFF :

  • Meningkatkan Pengetahuan: Memberikan pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip pemadaman kebakaran, jenis-jenis kebakaran yang dapat terjadi di kapal, dan karakteristik bahan yang terbakar.
  • Penguasaan Keterampilan Praktis: Melatih peserta dalam teknik-teknik pemadaman kebakaran menggunakan alat pemadam kebakaran yang ada di kapal.
  • Pengelolaan Situasi Darurat: Mengajarkan peserta cara mengelola situasi darurat yang berkaitan dengan kebakaran, termasuk evakuasi dan penyelamatan.
  • Penerapan Prosedur Keselamatan: Memastikan peserta memahami dan mampu menerapkan prosedur keselamatan serta peraturan yang relevan dalam situasi kebakaran di kapal.

SCRB

Diklat SCRB, atau Survival Craft and Rescue Boats, adalah program pelatihan yang dirancang untuk memberikan keterampilan kepada pelaut dalam memahami dan menggunakan teknik penyelamatan diri di laut, serta mengoperasikan perahu penyelamat. Pelatihan ini sangat penting untuk memastikan bahwa awak kapal dapat merespons secara efektif dalam situasi darurat di laut.

Berikut adalah beberapa aspek yang biasanya dipelajari dalam Diklat SCRB :

  • Pengoperasian Perahu Penyelamat: Mempelajari cara mengoperasikan dan merawat berbagai jenis perahu penyelamat, termasuk sekoci dan rakit penyelamat, serta prosedur peluncuran dan pendaratan.

  • Teknik Penyematan dan Penyelamatan: Memahami teknik penyematan (boarding) dan penyelamatan di perahu penyelamat, serta bagaimana berfungsi sebagai anggota tim penyelamat.

  • Keselamatan di Laut: Mengerti tentang prosedur keselamatan saat berada di laut, termasuk bagaimana menjaga diri dan orang lain agar tetap aman dalam situasi darurat.

  • Latihan Praktis: Melakukan simulasi dan latihan praktis untuk menerapkan pengetahuan yang telah dipelajari, termasuk latihan pemindahan antara kapal dan perahu penyelamat.

  • Komunikasi dalam Situasi Darurat: Mempelajari pentingnya komunikasi yang efektif selama operasi penyelamatan, termasuk cara memberikan informasi kepada kru dan otoritas penyelamat.

  • Penyelamatan di Lingkungan Maritim: Memahami faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi operasi penyelamatan, seperti kondisi cuaca dan keadaan laut.

20+

Program Diklat

20+

Fasilitas Simulator

20+

Program Kerjasama

500+

Taruna/i